International Trade By Children (ITC)

Alhamdulillah….

Rabu, 15 November 2017, teman-teman kelas 4-5 belajar menjadi enterpreneur dalam acara International Trade by Children (ITC).

Melalui ITC, selain belajar jual beli barang dagangan, banyak ilmu yang ku dapatkan, diantaranya yaitu :

  1. Mengetahui salah satu mata uang yang digunakan di dunia international. Kali ini menggunakan uang dolar lhoo… Teman-teman dapat menukarkan uang di money changer yang telah disediakan.
  2. Mengenal lambang-lambang negara dari berbagai stand.
  3. Reflek berinfaq dari laba yang diperoleh.
  4. Menghitung modal, laba pribadi dan kelompok.
  5. Bersabar dalam menjual.
  6. Belajar menjadi enterpreneur.
  7. Bekerja sama dan kompak dalam meraih tujuan.

Dan tentunya masih banyaaak manfaat yang lain.

Alhamdulillah aku bisa belajar banyak ilmu….

 

   

   

   

   

Selamat Datang Ilmuwan Cilik Laboratorium Alam Sekitar, Mengasah Kecerdasanmu

SD BIAS Full Day School, Jalan Kaliurang Km 10,9 Yogyakarta.

Berada di sekolah selama 8 jam sehari, tentu sangat melelahkan, andai anak tidak bisa menikmati serunya belajar dan berada di lingkunga sekolahnya. Dukungan fasilitas fisik yang bersih, sehat, dan asri adalah keharusan. Model pembelajaran yang merangsang siswa untuk gemar belajar dan mencintai ilmu, tentu mutlak diwujudkan, karena begitulah tujuan kita bersekolah, menuntut ilmu.

Pendamping para Ustadz/ah akan membuat kita semakin nyaman, karena kebutuhan kasih sayang kita tercukupi di sini.Tak cukup hanya itu, bagaimanapun seorang siswa adalah seorang anak yang mesti hidup sejalan dengan usia nya.

Seperti apa profil mereka?

  1. Beraqidah Lurus dan Kokoh. Sebuah kepastian ruhiyah yang memberi rasa aman orang tua sebagai amanah pemegang fitrah anak.
  2. Mencintai Alquran dan Sunnah. Diawali mengaji sistem privat dan klasikal simak, baca serta tahfidz dalam asuhan Ustadz/ah.
  3. Bersikap Ilmiah. Mengimplementasikan pendekatan learning by doing untuk menumbuhkan sense of knowledge dalam kehidupan keseharian anak.
  4. Khusyu’ Dalam Beribadah (Sholat). Melakukan ibadah sholat dengan khusyu’ sebagai dasar penanaman ketaqwaan, kedisiplinan dan kehidupan berjamaah.
  5. Sehat, Kreatif, Serta Memiliki Sense Of Art.
  6. Berwawasan Internasional Dan Berdaya Saing.
  7. Gemar Berinfaq Dan Bershodaqoh. Mudah meminta maaf dan memaafkan, bertanggung jawab, aktif beramar maruf nahyi mungkar dan pemberani.

Ayoo… Bergabung bersama teman-teman di sini.

 

        

BIAS FAMDAY 2017

Bumi Perkemahan Kaliurang, 11-12 November 2017

 

Pendidikan BIAS yang memadukan potensi sekolah, keluarga, dan penguatan komunitas, menempatkan kegiatan BIAS Family Day sebagai media harmonisasi keluarga. Kegiatan yang bersifat kreatif, akrab, familier tetapi sarat nuansa kekeluargaan nilai-nilai keluarga sakinah, menjad arena yang dinantikan keluarga BIAS.

Mengangkat tema : Ketahanan Keluarga, dengan menu acara BIAS Nite Day dan BIAS Family Day, memanjakan seluruh keluarga besar BIAS menikmati kehangatan berkeluarga. Kemah keluarga ceria, gotong royong anggota keluarga untuk mendirikan tenda.

Festival Anak Sholeh, ayah bunda bisa ikut menikmati dan merasakan belajar yang mengasyikkan ala BIAS. International Trading By Mom, wisata kuliner santap malam, oleh dan untuk wali siswa BIAS.

Sarasehan Ketahanan Keluarga diskusi masa rentan keluarga, bersama Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti M.Si, pakar dan penggiat ketahanan keluarga dari IPB. Jerit malam special untuk ayah, tantangan untuk sosok yang bergelar “AYAH”, tentang jerit malam yang ceria. Sholat berjamaah dan kultum, tetap tegak ditengah hiruk pikuk kebahagiaan keluarga BIAS.

Senam massal unik, aneka yel-yel dari 30an kloter, game keluarga, main angklung dan beragam hidangan melengkapi kehangatan seluruh keluaraga BIAS. Sensasi durian satu untuk keluarga menutup rangkaian dua hari kebersamaan dengan orang-orang tercinta.

Jazzakumullah atas dukungan seluruh keluarga, kolega, dan panitia.

Sampai jumpa BIAS FAMDAY 2018, Insya Allah….

 

                                                                     

BIAS Menanam Bersama DR. Ir. KRMT Gembong Danurdiningrat

Alhamdulillah, generasi tauhid BIAS Boarding School Yogyakarta bisa belajar bertani dari seorang pakar. Pak Gembong adalah seorang petani yang sukses dengan ilmu yang bernas. Semua ilmu beliau bukan teori semata tapi memang didapat dari ikhtiar maksimal. Mulai belajar dari para ahli di Indonesia maupun negara tetangga kemudian praktek, melakukan penelitian bahkan sampai ke timur tengah-praktek lagi-meneliti lagi-praktek lagi-sampai menghasilkan ilmu yang mumpuni dan bernas. Sudah banyak varian tanaman organik yang beliau hasilkan, juga sudah banyak himpunan petani-petani binaan beliau yang sukses.

Kemarin (08/11/2017) semua siswa, beberapa ustadz, ustadzah dan utusan BIAS daerah bersama-sama belajar bertani dari pak Gembong. Dimulai dari pengenalan ilmu pertanian hingga langsung praktek menanam di area kebun BIAS Boarding School Yogyakarta. Keterbatasan lahan bukanlah halangan. Atap gedung SMA BIAS Yogyakarta pun dapat dijadikan lahan produktif untuk praktek pertanian siswa.

Selain belajar bertani, kita juga belajar bahwa untuk menjadi sukses perlu berpayah-payah dahulu. Mau menggali ilmu, bahkan mengejarnya, mau mengotori tangan untuk bekerja keras langsung di lapangan, bukan hanya dibalik meja. Sukses juga dimulai dari menghargai semua hal bahkan yang terkecil sekalipun (Yaa… Bakteri adalah teman kita dalam bertani.) juga belajar bahwa sukses sesungguhnya adalah ketika kita berbagi ilmu dan mengajak yang lain untuk sukses bersama.

Semoga segala ilmu yang didapat bisa menjadi bekal anak-anak kita untuk kelak memakmurkan bumi Allah SWT ini

Aamiin….

                     

 

              

Kerajinan Bunga Kering

Ayo teman-teman.. Coba sebutkan nama-nama bunga??

Mawar, Melati, Matahari,…

Alhamdulillah…

Teman-teman, hari rabu, 25 Oktober 2017 kami belajar membuat kerajinan bunga kering yang merupakan salah satu kerajinan unggulan di Kabupaten Bantul.

Bahan utama bunga kering adalah daun lontar, ditambah bahan lain yaitu bambu, pelepah pisang, biji nyamplung, kertas semen, pewarna, lem kayu dan lem bakar. Teman-teman sangat antusias saat belajar membuat kerajinan bunga kering.

Yeayy…

Semua teman-teman bersorak gembira, bunga kering dari hasil kerajinan dapat dibawa pulang ke rumah..

Ayah.. Bunda..

Inilah hasil karyaku.