Asyiknya Makan Snack Sehat

Salah satu keunggulan sekolah BIAS yang mengimplementasikan kehidupan sehari-hari adalah makan snack bersama. Pelajaran makan snack diawali mencuci tangan dengan sabun. Dilanjutkan quiz pelajaran Matematika, IPA, bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan berdoa sebelum makan.

Semua kegiatan dilaksanakan antri sesuai kesiapan masing-masing siswa.  Penyediaan snack merupakan sedekah wali siswa secara bergilir. Siswa yang membawa snack pada hari itu adalah pemimpin di kelasnya pada hari tersebut.

“Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak jajan sembarangan karena kreteria snack yang harus dibawa adalah snack bergizi dan mengenyangkan,” kata Lilis, Divisi Humas.

Alasannya, BIAS ingin menanamkan kebersihan makanan dan pola hidup sehat selalu terjaga. Lingkungan sekolah juga bersih tanpa penjaja makanan. Di sela-sela makan snack, guru menerangkan kandungan dalam makanan. (adv)

Siswa SD BIAS ke Green Canyon

TERAMPIL: Aktivitas siswa BIAS Yogyakarta.

– “Siap, gerak. Maju jalan !” aba-aba ini disuarakan  komando pembina kegiatan outbond 200 siswa SD BIAS yang diselenggarakan 17 November 2012. Acara dilaksanakan di Sompok, Siluk, Karangkemiri, Imogiri. Masyarakat lebih mengenal dengan sebutan Green Canyon Yogya alias jembatan gantung di bawah kebun Mangunan, Imogiri.

Kegiatan bertujuan melatih kerjasama, kedisiplinan terhadap aturan main, melatih fisik dan mental sehingga tahan banting. Juga mensyukuri nikmat Allah SWT yang  telah menciptakan alam semesta dan mengeksplorasi alam dengan tetap menjaga alam semesta karena semata-mata beribadah kepada Allah SWT. (adv)

Liburan, Keluarga Ustadzah BIAS Refreshing

Liburan Tahun Baru 1434 H,  keluarga ustadzah sekolah BIAS Yogyakarta melakukan refreshing. Acara ini guna mencerahkan pikiran dan kepenatan kerja. Kegiatan yang dilaksanakan 14-15 November 2012 diikuti  200 peserta. Rombongan berangkat dari BIAS Special School Jalan Tritunggal 1 Wirosaban. Kegiatan diisi sharing pengalaman kehidupan. (adv)

Siswa BIAS Ikuti KBM Extra Ordinary

WAIT………, I was more interested at this first,” sela mereka sebelum masuk kantor Balai Besar Kulit dan Karet  Yogyakarta, Oktober lalu. Siswa SD BIAS Giwangan berkunjung ke Kantor Balai Besar Kulit dan Karet. Kedatangan siswa SD BIAS Giwangan menarik minat para  tamu asing yang berkunjung di balai tersebut.

Kegiatan yang diberi nama Kegiatan Belajar Mengajar Extra Ordinary (KBM EO) ini biasa dilakukan  Sekolah Islam Berwawasan Internasional Bina Anak Sholeh (SIBI BIAS) seminggu sekali dengan tempat  berbeda-beda dan berbeda jenjang pula. Dari Playgroup, TK, SD BIAS wilyah Giwangan, Wirosaban, Palagan dan Jalan Kaliurang. Siswa SD BIAS Giwangan kelas 1-2 belajar di Balai Besar Kulit  dan Karet  dengan materi matematika, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Maksud kegiatan  adalah mengurangi kejenuhan siswa belajar di sekolah, sehingga  siswa  kembali fresh dan senang dalam suasana belajar. (adv)

CERIA: Siswa sedang mengikuti kegiatan belajar.

Siluet untuk Mentari Esok | catatan BIAS

 

SELAMAT terbang penumpang BIAS Airlines. Pastikan sabuk pengaman Anda terpasang dengan kencang, karena kita akan terbang mengelilingi dunia dan memutar waktu, kembali ke zaman saat  pemuda memiliki karakter luar biasa.

Rasanya malu, kalau harus membandingkan perjuangan pemuda sekarang dengan sebelum era abad 20, baik perjuangan untuk negara maupun perjuangan untuk umat. Melihat kehidupan yang serba modern, serba konsumtif, serba berisi tokoh-tokoh pengincar popularitas dan material, perjuangan era ini tidak sebanding dengan  yang dilakukan pemuda pada zaman itu.

Kita tengok ke zaman di mana pemuda ikut berjuang, menjadi bagian dari perubahan bangsanya, bahkan perubahan dunia. Lihat Usamah bin Zaid, yang di usia 18 tahun sudah menjadi panglima perang dan berhasil mengalahkan musuh Rasulullah. Juga Ibnu Sina yang sejak umur 17 tahun giat mempelajari ilmu kedokteran. Tak hanya itu, Agus Salim dan juga Kartini yang memperjuangkan pendidikan Indonesia di usia mudanya.

Tapi,  eitss!! Bukan berati tidak ada sama sekali yang bisa diperjuangkan sekarang. Saat ini kesadaran akan isu-isu tersebut hanya dimiliki oleh kalangan terbatas saja. Kalangan yang peduli sedikit jumlahnya.

Pemuda-pemuda bertauhid yang berjiwa besar, dari berbagai macam latar belakang bersatu ,dan memiliki satu visi, yaitu menjadi representatif muslim yang mampu menyebarkan syariat islam dengan benar dan cara-cara yang kreatif dan syar’i.

Hanya ada satu solusi untuk mengembangkan semangat ini, yaitu dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an dalam menjalani hidup dan bermasyarakat.

SMA BIAS  akan membawa Anda menelaah kembali isu tersebut dengan pertunjukan seni, kolaborasi ekstrakurikular selama KBM yang ditekuni oleh siswa/i SMP-SMA BIAS. Dimulai dari pertunjukan opening act oleh tim paduan suara dan pantomim, yang kemudian dilanjutkan dengan Pementasan Teater dengan sedikit mukjizat musik live. Enjoy your flight… (adv)