PEMBAGIAN 2000 SEMBAKO MURAH

14/5- Panggung dan tenda-tenda besar telah terpasang di halaman SMP BIAS Yogyakarta. Meski hari libur, lingkungan sekolah terlihat ramai dan berbeda dari biasanya. Bakti Sosial dan Bazar RUMISH BIAS 2015 tengah digelar!

Kegiatan besar yang diadakan atas kerjasama antara BIAS dengan RUMISH (Rumah Infaq dan Shadaqah) didukung pula oleh sponsor-sponsor lainnya. RUMISH merupakan wadah sosial wali siswa SIBI BIAS. Adapun kegiatan Baksos dan Bazar pada hari ini bertujuan menghimpun dana untuk pendidikan gratis siswa-siswi Tafaquh fi Din.

“Kegiatan baksos dan bazar merupakan kegiatan dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan. Kegiatan berupa sembako murah dan bazar pakaian layak pakai, yang hasil penjualannya akan didonasikan untuk pembiayaan anak-anak potensial yang bersekolah di Pondok Pesantren Muwahidun, Pati. Sekolah para calon ulama warosatul anbiya. Merekalah calon ulama dan ustadz/ah, tempat bertanya anak-anak kita nantinya.”, ucap Bu Fatah, ketua panitia.

Ada 2000 bingkisan sembako murah yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar kompleks SIBI BIAS Yogyakarta. Sembako yang terdiri atas 2 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir dan 2 kg beras. Setiap bingkisan dijual dengan harga 30.000 rupiah. Sistem penjualan menggunakan kupon yang sebelumnya telah dibagikan untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan.

Kegiatan diselenggarakan dengan sangat meriah. Sebelum acara inti berupa pembagian 2000 sembako murah, acara diawali dengan kajian Islam yang disampaikan oleh Ustadz Joko Nursiyo, Lc, ustadz alumni Al Azhar Mesir yang srawung di pondok BIAS. Di sela-sela kegiatan, warga dan wali siswa dapat melihat pentas penampilan siswa-siswi SIBI BIAS. Ada penampilan musik angklung SD, tarian anak dari Playgroup dan TK. Ada pula penampilan dari siswa-siswi BSS (BIAS Special School) dan BIAS KTK (BIAS Kelas Tumbuh Kembang) yang merupakan siswa berkebutuhan khusus.

Para warga antusias dalam menghadiri kegiatan. Bazar pakaian murah menjadi tempat favorit dan ramai dikunjungi. Pakaian hingga sepatu dengan kualitas baik, dijual dengan harga yang cukup murah. Bahkan ada yang gratis dan tentu siapa cepat dia dapat. Disediakan pula posko kesehatan gratis bagi warga. Alhamdulillah, warga dapat periksa kesehatan.

Tidak hanya warga yang senang, para siswa SIBI BIAS pun sangat menikmati acara. Mereka menikmati liburan di sekolah dengan outbond bersama teman-teman dan ustadz/ah. Jika lapar dan haus, telah disediakan stand ITC (International Trade by Children) oleh siswa SMA BIAS. Para siswa dan hadirin dapat membeli produk makanan dan minuman hasil kreasi kakak-kakak SMA. Wah, rangkaian kegiatan yang sungguh sangat meriah dan kaya akan nilai pembelajaran, sekaligus kegiatan yang mengajarkan nilai-nilai sosial dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. (/rama ed JT)

 

 

BERSUNGGUH SHOLAT DHUHA

13/5- Gemericik air kran ditampung dan diusapkan ke wajah anak-anak. Sesekali dicipratkan ke teman di sampingnya. Mereka sedang berwudhu dan bersiap untuk sholat dhuha.

Para siswa mempersiapkan peralatan sholatnya. Siswa SD BIAS Kelas Tumbuh Kembang bertakbir dan melaksanakan sholat dhuha. Mereka berusaha untuk bersungguh-sungguh melakukannya. Walau sudah menjadi kegiatan rutin setiap harinya, mereka tetap mendapat bimbingan dari ustadz/ah.

Bacaan dikeraskan, mereka bersama melafalkan bacaan sholat dhuha dua rakaat. Tak lupa, sehabis sholat membaca doa di waktu dhuha. ”Allahumma Innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ‘ishmatuka….”, ucap anak-anak bersama. Ya Allah, terimalah doa dan bukakanlah rejeki ayah bunda.

Masya Allah, segar dan sejuk di pagi hari. Anak-anak belajar bersungguh sholat dhuha. Meski mereka memiliki kesulitan dan kendala dalam konsentrasi belajar, mereka berusaha mengikuti gerakan dan bacaan ustadz/ustadzah. Jika ada yang salah, maka anak-anak diingatkan dan ustadz/ah membenarkan gerakan yang tidak sesuai. Aku jadi paham, aku akan bersungguh-sungguh.

Usai dhuha, ustadz memberikan sebuah pertanyaan. Pertanyaan rebutan berupa soal matematika. “Sekarang pertanyaan perkalian, 7 x 4 sama dengan berapa???”. Anak-anak antusias. Mereka berebut untuk menjawab setiap soal. Beginilah, anak-anak SIBI BIAS terlebih dahulu ditumbuhkan motivasi dan semangatnya sebelum menerima pelajaran dari ustadz/ah.

Penanaman rutinitas doa dan aktivitas ibadah sebelum memulai pelajaran menjadi pengingat dan pembiasaan. Karena belajar adalah ladang pahala dan ladang beribadah kepada Allah SWT. Aku mau bersungguh-sungguh! (/rama ed JT)

 

MERIAH LAPORAN PERKEMBANGAN SISWA

Jogjakarta (3/4)- Pasar Ngasem, Jogjakarta, tidak seperti biasanya. Umbul-umbul dan dekorasi yang bercirikan dan bertuliskan BIAS menghiasi sudut-sudut pasar. Di sudut tertentu, terlihat pula replika 3D berbentuk hewan yang merupakan hasil karya siswa SMA BIAS.

Laporan Perkembangan Siswa, merupakan kegiatan SIBI BIAS yang sedang berlangsung kali ini yakni tanggal 3 April 2015. Kegiatan rutin yang diselenggarakan sebagai upaya SIBI BIAS dalam memberikan laporan perkembangan peserta didiknya kepada para wali siswa yang bersangkutan.

Tribun panggung yang terletak di tengah pasar sudah didekorasi khas BIAS. Dekorasi meriah, ceria dan penuh warna. Inilah panggung, tempat dimana para siswa dari tiap jenjang akan menampilkan kreativitasnya. Tempat untuk unjuk kebolehan yang akan dilihat oleh ayah dan bunda. Suguhan penampilan yang akan mengisi ditengah berlangsungnya kegiatan laporan perkembangan.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB. Diawali dengan pertunjukkan pra acara yakni Penampilan perkusi kakak-kakak SMA, yang dilanjutkan alunan Gitar Akustik dengan aransemen lagu “Oplosan” dan “Seribu Tahun Lamanya”. Penampilan yang berkelas dan apik! Selanjutnya, penampilan kakak SMP dengan Drumband-nya. Penampilan yang bertemakan semangat ‘45, lengkap dengan baju merah dan celana loreng. Lagu gebyar-gebyar menghentak dan menghibur penonton selama penampilan.

Acara dibuka dengan penampilan kakak SD yang praktek ngaji ala Baghdadi. Lantunan ayat Qur’an, sejenak menghentikan aktivitas-aktivitas yang ada dan mengisi suara di sekitar Pasar Ngasem, Jogjakarta.

“Anak-anak kita, harus kita jaga ke-fitrah-annya. Keceriaannya, kesenangannya, senyumnya dan terlebih persoalan aqidah-nya…”, demikian salah satu petikan sambutan yang disampaikan Ibu Hj. Lilik Indriati. Kata sambutan yang mengingatkan para wali siswa untuk terus menjaga dan memantau perkembangan anaknya agar dapat berkembang sesuai usianya. Kata sambutan yang sekaligus mengingatkan wali siswa agar turut memperhatikan aspek nila-nilai agama, terlebih aqidah sebagai salah satu pola asuh dan didik bagi buah hatinya.

Berurutan, penampilan kaka-kakak SD dengan musik ansambel dan angklungnya. Ada pula tarian “Doremi” oleh siswa putra dan tarian “kicir-kicir” oleh siswa putri. Usai penampilan siswa SD, dilanjutkan penampilan adik TK dan Playgroup. Inilah penampilan yang tak kalah serunya. Penampilan yang lucu-lucu dan bikin gemes bagi yang melihat. Penampilan polos, ceria dan penuh semangat yang dibawakan oleh anak-anak. Ada yang menari, bernyanyi, main pianika hingga puisi bersambung. Wah, anak-anak BIAS sangat kreatif dan percaya diri membawakannya.

Deretan kursi penonton diisi oleh para wali siswa hingga pengujung pasar Ngasem yang kebetulan sedang melintas. Terlihat pula, beberapa wali siswa yang mendekat panggung untuk mengabadikan penampilan anak-anaknya.

Ditengah penampilan siswa, proses laporan perkembangan siswa tetap berlangsung. Secara bergantian para wali siswa bertemu dan berkonsultasi dengan wali kelas anaknya. Inilah sarana untuk lebih mengenal dan mengetahui bagaimana perkembangan anak-anak mereka selama di sekolah. Rangkaian acara ditutup pada pukul 10.15 WIB.

Jadi, tidak harus menunggu pembagian rapor jika wali siswa ingin mengetahui kepribadian dan ketercapaian belajar anak-anaknya di sekolah, bukan? (/rama ed: JT)

DISIPLIN LALU LINTAS

Giwangan (26/3)- Taman edukasi lalu lintas Jogjakarta dikunjungi siswa BIAS Special School (BSS) dan Kelas Tumbuh Kembang (KTK) BIAS Jogjakarta. Wah, ada apa ya?

Sekitar 40 siswa telah menempati tribun yang terletak di wilayah taman edukasi lalu lintas. Kakak-kakak pendamping berseragam Dinas Perhubungan sudah siap untuk berbagi ilmunya. Pagi ini, mereka akan mengajarkan adik-adik siswa BSS dan KTK untuk mengenal tata cara tertib berlalu lintas.

“Ada 4T sebelum kita menyebrang jalan. Pertama, tunggu sebentar… Kedua, tengok kanan… Ketiga, tengok kiri… dan keempat, tengok kanan lagi..”, ungkap salah seorang instruktur kepada para siswa. Selanjutnya, mereka diajarkan pula untuk disiplin berlalu lintas dengan peragaan penggunaan helm dan sabuk pengaman. Tak lupa, anak-anak dikenalkan pula terhadap lampu lalu lintas: merah, kuning dan hijau. Lampu lalu lintas, seperti halnya bentuk cocard warna-warni yang anak-anak pakai.

Suasana terasa tidak membosankan, karena kakak pendamping menyampaikan dengan semangat, ceria sambil bernyanyi-nyanyi riang seperti di sekolah. Ditambah juga dengan adanya permainan-permainan kecil untuk menambah minat. Tak lupa, ada hadiah bagi anak-anak yang sangat antusias!

Anak-anak mulai berebut ketika memilih kendaraan yang akan digunakan sebagai simulasi lalu lintas. Ada sepeda, otopet, atau mobil-mobilan. Tapi tenang, semua anak-anak mendapat giliran. Anak pun bebas memilih kendaraan yang ia suka. Kalaupun tidak bisa menggunakannya, masih ada kakak pendamping dan ustadzah yang siap membersamai.

Kurang lebih selama 10 menit, tiap anak diberi kesempatan untuk bermain sekaligus simulasi lalu lintas di taman edukasi. Adanya kakak pendamping, membantu anak-anak untuk lebih memahami rambu-rambu lalu lintas yang sering terlihat di jalan raya. Rambu-rambu seperti belok kanan, belok kiri, jalan satu arah, dan sebagainya, sangat lengkap dan menarik bagi anak. “Eiiitttss…. jangan lupa berhenti jika sudah lampu merah ya..”, kata kakak pendamping ketika mengingatkan mereka.

Kegiatan PKL Lalu lintas dimaksudkan untuk mengenalkan siswa pada tertib lalu lintas. Walau siswa-siswa ini memiliki keterbatasan, pemahaman terhadap berkendara yang aman dan mengerti terhadap rambu-rambu lalu lintas adalah amat sangat dibutuhkan. Karena mereka, berhak untuk mendapatkannya. (/rama ed: JT)

 

 

CERITA DARI KBM SPESIAL JOGJA

Jogjakarta (19/2)- Ada yang spesial hari ini. Walau sedang hari libur, anak-anak BIAS tetap berangkat ke sekolah dan mengikuti KBM. Mengikuti KBM? Tenang, mereka bukan KBM seperti biasa, tapi ada KBM Spesial. Karena namanya yang spesial, kegiatannya pun sangat variatif, mendidik, menarik dan menyenangkan.

KBM Spesial dilakukan di tiap jenjang pendidikan di seluruh jaringan sekolah BIAS Indonesia, termasuk yang dilakukan BIAS Jogja. Mulai dari adik Batita, kakak PG, TK, SD, SMP hingga BSS melakukan kegiatan yang asyik nan seru. Dilakukan sebagai sarana kekeluargaan dan keakraban baik sesama siswa maupun orangtua mereka, tanpa melupakan nilai-nilai pendidikan dan keagamaan. Kegiatan dilakukan menyesuaikan dengan tingkat jenjangnya.

Bagi adik BATITA wilayah selatan, kegiatannya melibatkan orangtua siswa. Datang disuguhi dengan topi kelinci dan sejenak mengaji bersama ayah dan bunda, dilanjutkan dengan membuat kipas kupu-kupu. Nah, kalo di wilayah utara kegiatannya bersama dengan kakak Playgroup. Lomba kupas pisang dan mewarnai kertas ajaib. Untuk kakak Playgroup dan TK Kecil, kegiatannya mulai dari membatik, belajar jadi koki-kokian, belajar jadi dokter-dokteran dan diakhiri dengan panggung cerita. Sebuah cerita menarik yang kaya pesan moral, disampaikan oleh ustadzah dengan sangat ekspresif. Wah, anak-anak sangat suka.

Untuk kakak TK Besar bersama kakak SD kelas 1 dan 2, temanya KBM Kakak Adik. Jadi, adik TK bisa merasakan kegiatan yang biasa dilakukan kakak SD, mulai dari ikrar bareng, belajar mengaji dengan metoda baghdadi, bermain dengan angka, dilanjutkan mencari ikan-ikan kertas untuk kemudian ditempel menjadi sebuah kreasi gambar yang lucu. Seru juga ketika melihat kakak SD kelas 3 dan 4, kegiatannya lomba balap karung. Dilanjutkan, lomba mengurutkan angka mulai dari terkecil hingga terbesar, ada juga ketrampilan membuat pembatas buku agar rajin belajar serta membuat wayang, lumayan bisa buat bermain peran atau berlatih dialog.

Jauh di tempat berbeda, kakak SD kelas 5 dan 6 bermain outbond di Gua Selarong, Bantul. Aneka permainan menantang siap menyambut siswa. Kegiatan basah-basahan, kotor-kotoran hingga merayap di kubangan air, dilakukan untuk melatih ketangkasan dan jiwa leadership mereka. Berbicara tentang kepemimpinan, hal yang demikian juga dilakukan oleh kakak SMP, kegiatannya sehari bersama bapak-bapak Brimob. Seru bukan!

Walau kegiatan sangat padat, mediah, dan penuh dengan aneka permainan yang mendidik serta menarik, anak-anak tidak melupakan sholat berjamaah-nya. Selesai KBM, mereka bersih diri, sholat berjamaah dan ditutup dengan kegiatan makan siang. Asyiknya, ustadz-ustadzah pun ikut makan bersama.

Ternyata, hari libur pun jadi terasa menyenangkan. Di BIAS, liburan tidak hanya menambah suasana ceria, tapi juga menambah pengetahuan dan pengalaman untuk dapat anak-anak terapkan di hari kemudian. (/rama/ed: AH)