8 jam sehari di sekolah, Ustadz-Ustadzah tidak pernah marah padaku

Kasih sayang Ustadz-Ustadzah begitu kurasakan dalam:

Kehangatan senyuman yang menyambutku begitu tiba.

Kesejukan alunan Al Qur’an di pagi hari

Perhatiannya ketika kubelajar selama 8 jam.

Juga doa dan pesan-pesannya sebelum kupulang di sore hari.

 

Kasih sayang Ustadz-Ustadzah dapat kulihat dalam:

Keceriaan dan keikhlasannya dalam membimbingku

Belajar selalu terasa menarik dan menantang

Perhatiannya pada kelompok kecil kami begitu penuh

Bukan hanya kemampuan akademis, tapi juga akhlak kami yang dibimbing

Tidak ada jarak di antara kami

Aku merasa nyaman bertanya apa yang ku belum tahu

Ustadz-Ustadzahpun selalu tahu bila ku masih belum bisa atau paham

Mereka juga tahu pensil siapa yang masih tumpul atau bukunya ketinggalan di rumah

Ustadz-Ustadzah….

Kubahagia menjadikan mu role-model ku

Siswa SMA BIAS Yogyakarta diterima di Universitas Telkom

Selamat untuk Mbak Winda Aulia P. dan Mas Aji Muhammad Kholis, siswa kelas 12 SIBI SMA BIAS Yogyakarta yang sudah diterima di program S1 – Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika Universitas Telkom, Bandung melalui jalur Potensi Akademik 1.

Universitas Telkom atau Telkom University, suatu perguruan tinggi swasta yang berada di kawasan Bandung Technoplex, kota  Bandung merupakan gabungan 4 institusi pendidikan yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Telkom (http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Telkom).

Ikut Pesantren Liburan Anak Ceria 29-31 Desember 2014, Yuuuk!!

Assalamu’alaikum . . .
Apa kabar adik-adik? Senang sekali yaa …. Libur telah tiba…. semoga mendapat nilai rapot terbaik dan yang lebih penting adalah menjadi anak sholeh-sholehah yang selalu taat pd Allah SWT dan orang tua.

Ayuuk… isi liburan dg kegiatan asyik lagi seru dalam PESANTREN LIBURAN ANAK CERIA – hari Senin-Rabu, 29-31 Desember 2014. Jangan habiskan waktumu di depan TV atau layar console games. Dalam 3 hari kamu akan mendapat pengalaman mengasyikkan sekaligus mendapat banyak ilmu. Kamu bisa belajar ilmu aqidah dan tahfidz, main game Leadership, membuat percobaan sains, menulis kreatif, ber-sosio-drama, belum lagi berpetualang outdoor dengan menangkap ikan di kolam… pasti kalian suka. Ayoo berpetualang hueboh bersama ustadz-Ustadzah BIAS dan teman-teman yang ceria dan menyenangkan.

Sssssttt…..
Pesantren Liburan Anak Ceria Khusus buat adik-adik TK dan SD (terbuka untuk UMUM loh)
Bakalan asyik deh buat adik-adik semua juga bermanfaat buat Ayah-Bunda sebagai kado liburan yang istimewa
Akan diadakan hari Senin-Rabu: 29-31 Desember 2014 serentak di berbagai kota di DIY dan Jateng: Gombong, Cilacap, Purwokerto, Tegal, Yogyakarta, Klaten, Magelang, Temanggung, Semarang, Pati, dan Kudus.
Biaya: Rp.375.000,-

Yang di Yogyakarta akan berlokasi di Kampus BIAS Giwangan dan Kampus BIAS Palagan.
Untuk mendaftar hubungi:
Bu Iik – 0856 4028 8161
Ustadzah Tanti – 0857 2980 4474
(And/)

UJIAN DI SD KALIURANG: DIAJARI MENGEJA DAN MENGGAMBAR SESUKANYA

Kaliurang (4/12)- Para siswa SD BIAS Kaliurang sedang asyik mengerjakan soal-soal Ujian Akhir Semester (UAS). Hari ini, mereka ujian mata pelajaran IPA dan Akhlak. Terasa angin semilir berhembus dari luar kelas membawa aroma khas tanah yang masih basah pasca hujan turun tadi malam.

UAS bukanlah momok bagi anak-anak. Kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan sepanjang semester gasal ini baik di dalam maupun di luar kelas tanpa terasa telah menanamkan berbagai ilmu di dalam akal, jiwa dan fisik mereka. Latihan soal terasa asik dalam suasana ceria. Belum lagi adanya KBM Heboh yang menjadi sarana penyegaran sekaligus pembelajaran di alam nyata untuk menambah pemahaman terhadap ilmu yang dipelajari. Itulah kekhasan BIAS. Belajar dalam keceriaan dunia anak-anak sesuai dengan tahapan usia mereka.

Mata pelajaran Akhlak mengawali ujian pagi ini. Dari kelas 1 hingga 6 semua mengerjakan UAS untuk mata pelajaran tersebut dengan bobot soal yang berbeda. Para siswa dengan tenang mengerjakan soal-soal yang diujikan berupa hal-hal yang aplikatif bagi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diminta untuk memberikan ‘contoh’ atau ‘pilihan sikap’ dalam menjawab tiap soalnya. Dengan demikian dapat dinilai bagaimana sikap anak ketika menghadapi permasalahan dalam hal toleransi, kebersihan, ketertiban, kerjasama dan lainnya.

Ada pemandangan yang menarik, khususnya pada ruang kelas 1 SD BIAS Kaliurang. Ustadz-Ustadzah pendamping ternyata bukan hanya satu atau dua, tapi ada empat! Mereka terlihat duduk bersama para siswa. Kok…?

Ternyata mereka melakukan pendampingan kepada para siswa yang masih belum lancar dalam membaca. Ya, Ustadz-ustadzah ini sedang mengawasi sekaligus membantu siswa yang masih kesulitan mengeja dalam menulis tiap kata-kata yang menjadi jawaban untuk soal-soal yang diberikan. Dengan penuh kesabaran dan kelembutan mereka mendampingi anak-anak yang masih ‘imut’ ini. Mereka memang baru beberapa bulan menjadi anak SD. Ini adalah bentuk tanggungjawab, kepedulian dan penjagaan kualitas siswa dari pihak sekolah. Mengajarkan hal yang sama dengan perlakuan yang berbeda sesuai tingkat kemampuan siswa, agar dapat sama-sama berkembang kedepannya.

Di semua kelas, Ustadz-ustadzah sengaja memberikan selembar kertas untuk para siswa. Untuk apa? Mereka diminta menggambar sesuai keinginan hatinya. Atau, ada pula yang menjadikannya sebagai pesawat-pesawatan yang akan diterbangkan. Dengan demikian, para siswa lebih santai dan nyaman sehabis mengerjakan soal-soal ujian. Jadi ujian tidak terkesan menakutkan tetapi terasa menyenangkan! Sesuai dengan prinsip BIAS: sekolah adalah tempat bermain yang menyenangkan dan layaknya rumah sendiri. (rama/ed And)

UJIAN TAK MELUNTURKAN KECERIAAN SISWA SD BIAS GIWANGAN

Giwangan (2/12)- Selama 6 hari kedepan, para siswa SD Giwangan akan melaksanakan kegiatan Ujian Akhir (UAS) Semester I tahun ajaran 2014/2015. Langkah demi langkah telah dilakukan dalam rangkaian kegiatan belajar mengajar di semester gasal ini untuk mengembangkan potensi akal, jiwa dan fisik seluruh siswa. Hari ini, Selasa (2/12), para siswa sedang menjalani UAS di hari kedua. Matematika dan Siroh (Sejarah), adalah mata pelajaran yang diujikan, untuk semua kelas dan semua siswa.

Bel berbunyi, siswa bergegas memasuki kelas dan duduk di bangku-bangku yang tersedia. Walau ini adalah saat ujian, suasana ceria di kelas tetap dibangun oleh Ustadz-Ustadzah. Ini dunia mereka: dunia anak-anak. Tentunya tetap ada butir-butir soal ujian yang diberikan di bawah pengawasan ustadz/ah.   Soal pun dibuat sesuai dengan juklak dari biro akademik sehingga ada standar yang sama bagi seluruh SD BIAS di Yogyakarta baik yang di wilayah selatan maupun utara.

Selama UAS, para siswa tetap diberikan kesempatan mengekspresikan diri. “Jadi, jika mereka telah selesai mengerjakan soal-soal ujian dan masih ada waktu yang tersisa, daripada dibuang sia-sia, anak-anak akan diberikan kertas untuk menggambar apa saja yang ia suka”, ungkap Pak Anas, Kepala sekolah SD Giwangan. Kegiatan ini dimaksudkan agar anak tidak merasa terbebani dan bisa “relaks” ketika menghadapi ujian. Jangan sampai mereka stres atau bosan.

Tak terasa, terdengar bel istirahat – tanda ujian mata pelajaran pertama telah usia. Ada pemandangan menarik di depan kelas 3. Tampak seorang Ustadzah dan beberapa siswa sedang duduk lesehan sambil memegang buku juz amma. Ini adalah tes hafalan. Para siswa bergiliran menyetorkan hasil hafalan di tengah-tengah jam istirahatnya. Yang sedang menunggu giliran, tampak duduk dengan santai sambil melafalkan ayat-ayat yang menjadi tugas hafalan mereka.

Para siswa yang telah usai setor hafalan segera berlarian, bergabung bersama teman-teman yang lain. Main bola, main enggrang, naik-turun tangga dan sebagainya. Teriakan dan pekik gempita mereka seakan menunjukkan bahwa ujian di SD BIAS tidak bisa melunturkan kekhasan dunia anak-anak yang ceria. Di BIAS, para siswa memang dididik dan dikembangkan potensinya sesuai tahapan usia untuk menjaga hakikat fitrah-nya.

Di tengah hari, tampak salah satu kekhasan sekolah-sekolah BIAS. Begitu adzan terdengar dari arah masjid sekolah, semua bersiap sholat dengan bersegera mengambil air wudlu. Sholat berjamaah dilakukan semua siswa, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6, disertai pendampingan oleh para Ustadz-Ustadzah. Tak ada perubahan dalam menunaikan perintah Allah SWT di masa ujian seperti saat ini. Di sekolah-sekolah lain, jam ibadah mungkin menjadi jam selingan di waktu istirahatnya. Di BIAS, sholat berjamaah merupakan bagian dari Kegiatan Belajar Mengajar dan pembentukan kebiasaan. Beginilah gambaran khasnya suatu hari di sekolah tauhid ala istana – SD BIAS Giwangan, Yogyakarta. (rama/ed – And)