MERASAKAN ANGIN

21/5- Kincir angin warna-warni (kiciran) dari kertas terlihat dalam sebuah kotak. Ustadzah membawanya sambil bernyanyi riang di depan anak-anak. Ada kiciran, ada kapas dan benda-benda asing yang anak-anak belum tahu apa namanya.

Di halaman nan sejuk, ustadzah meletakkan kotak yang dibawa sambil mengajak anak-anak untuk duduk rapi di bangku-bangku mungil yang telah disediakan. Anak-anak memperhatikan sambil penasaran. Ustadzah mau mengajak anak-anak untuk apa ya?

“Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang angin…,” ucap ustadzah sambil menuliskan kata “angin” di papan tulis kecil. Anak-anak Playgorup BIAS Giwangan akan belajar tentang angin. Tak bisa dilihat tapi bisa dirasakan.

Ustadzah menjelaskan angin dengan memberikan contoh melalui benda-benda yang dibawanya. Lihat, ustadzah meniup kicir berwarna merah muda. Kincirnya pun berputar. Anak-anak penasaran dan meminta untuk mencoba juga.

“Hayo tebak… kenapa kicirnya bisa berputar?”, tanya ustadzah. “Karena ada anginnya ust…. karena ditiup ust…”, jawab anak-anak dengan nada terbata. Wah, anak-anak jadi tahu!

Kincir berputar, karena ada angin yang menggerakannya. Selain kicir, ustadzah juga menerbangkan potongan-potongan kapas, memainkan kertas berbentuk bendera panjang yang terlihat berputar-putar. Wah, ternyata seru juga bermain sambil belajar tentang angin. Anak-anak dapat merasakan angin, tapi tidak dapat melihatnya.

Anak-anak dibolehkan ustadzah untuk memainkan benda-benda di dalam kotak. Mereka pun berlari-lari agar kicirnya bisa terputar dan benderanya bisa berkibar. “Hati-hati berlarinya….” ustadzah mengingatkan. Mereka terlihat senang, tertawa dan terus berlari.

Setelah mencoba menggerakkan benda-benda untuk menunjukkan kehadiran angin, anak-anak diajarkan ustadzah untuk membuat bendera panjang warna warni. Mereka belajar dan berkreativitas untuk mengasah motorik halusnya. Horee…, benderanya boleh dibawa pulang. Anak-anak ingin memperlihatkannya ke Ayah dan Bunda.

Bendera dibuat secara mandiri oleh anak-anak. Mereka belajar mengenal warna, menempel dan menggerakkan bendera. Ternyata, kita tidak dapat melihat, tapi dapat merasakan angin. Angin, adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. (/rama ed JT)

 

 

PAHLAWAN YANG PEMBERANI

20/5- Deretan patung para pahlawan menyambut siswa SD BIAS Giwangan kelas 4 dan 5. Patung-patung yang menggambarkan beragam ekpresi ketika mereka dikenang sebagai pahlawan hingga kini.

“Anak-anak, sekarang tugas kalian adalah mencari dan mencatat biografi para pahlawan yang ada di Museum. Silahkan catat nama, asal dan tahun kelahirannya.”, ustadzah memberikan penjelasan. Mereka mencatat biografi para pahlawan yang berada di Museum Perjuangan Yogyakarta. Museum yang berisikan informasi-informasi dan replika perjuangan para pahlawan di masa lampau.

Mereka dengan suka ria berjalan menuju gambar-gambar maupun replika patung para pahlawan. Mereka membaca informasi-informasi yang dibutuhkan untuk kemudian dicatat di LKS yang telah dibagikan ustadzah.

Perburuan biografi pahlawan telah selesai. Anak-anak berkumpul menuju ustadzah untuk melanjutkan aktivitas berikutnya. Mereka istirahat sejenak sambil duduk bersama di bawah pohon rindang. Nuansa akrab ustadzah dan para siswanya.

“Baik anak-anak… tadi  sudah mengerjakan tugas,kan? Sekarang giliran ustadzah bertanya, siapa saja pahlawan dari Jogja?”, anak-anak pun menjawab dengan lantang nama-nama seperti: Pangeran Diponegoro, KH. Ahmad Dahlan, Ki Hajar Dewantara, dr. Wahidin Soedirohoesodo dan lainnya. Pertanyaan lain seperti pahlawan yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku dan daerah-daerah lainnya dijawab dengan lantang dan bersemangat.

Ustadzah menyampaikan, bahwa para pahlawan adalah orang yang berjasa bagi negara. Mereka berani melawan penjajah dengan jiwa ddan raganya. Mereka adalah orang-orang yang pemberani karena dekat dengan al Qur’an. Pahlawan adalah orang-orang yang pemberani dan dekat dengan Allah SWT”.

Wah, ternyata di balik perjuangan Indonesia terdapat jasa para pejuang muslim di sana. Anak-anak mendapat semangat untuk menjadi pahlawan yang pemberani selanjutnya. Mereka ingin menjadi pribadi yang dekat dengan Allah SWT, seperti para pahlawan. (/rama ed JT)

 

 

 

MELUKIS ANGKASA

19/5- Asyik, para siswa SD BIAS Giwangan sedang berkunjung ke Taman Pintar Yogyakarta. Mereka akan bermain dan belajar. Apa saja ya, kegiatan yang dilakukan di sana?

Siswa kelas 1, 2 dan 3 berbaris rapi di depan pintu masuk taman pintar. Di tengah jalan yang cukup lebar, mereka menempati sebagian lahan untuk mengawali kegiatan dengan ikrar pagi. Ikrar yang biasa dilakukan di sekolah. Ikrar pagi, janji Tauhid anak-anak kepada Allah SWT.

Usai ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan menari bersama. Hore, sekitar 60 anak menari lagu “Go Green” dan dilihat para pengunjung. Anak-anak sangat ceria dan percaya diri.

Hari ini memang tidak diadakan Kegiatan Belajar seperti biasa. SIBI BIAS punya cara yang berbeda. Mereka akan mengeksplorasi ilmu di Taman Pintar. Agar nilai-nilai dan nuansa pembelajaran sekolah tetap terlaksana, buku prestasi tahfidz dan tahsin Al Quran tidak lupa dibawa.

“Jika sudah selesai, sekarang saatnya bermain bebas… silahkan anak-anak menikmati seluruh permainan yang ada.”, ucap ustadzah. Anak-anak pun bersorak-sorai dan berlari menuju permainan-permainan yang ia suka.

Di akhir kegiatan, anak-anak mendapat aktivitas untuk melukis segala hal yang ada di Taman Pintar Yogyakarta. Mereka boleh melukis apa saja. Anak-anak mencari posisi yang nyaman untuk selanjutnya melukis “angkasa raya”. Beragam objek dilukis oleh mereka. Ada yang melukis gedung, taman, pengunjung yang datang, tumbuhan dan beragam objek lainnya. Mereka melukis dengan suka ria, karena dapat mengungkapkan ekspresi  dan kegemarannya, yang kali ini,  di Taman Pintar. (/rama ed JT)

 

AKU BISA MENDAPAT NILAI TINGGI

18/5- Rasa deg-degan tentu terasa di hari Ujian Nasional SD kelas 6 di hari pertama. Begitulah yang dirasakan siswa-siswi SD BIAS Giwangan dan Kaliurang. Tapi, mereka tak perlu khawatir apalagi takut untuk menghadapinya.

Sebelum memasuki ruangan dan mengerjakan soal-soal yang diberikan, siswa-siswi melakukan ikrar pagi. Di halaman sekolah, mereka berbaris rapi dan dengan bersungguh melakukannya. Diawali dengan doa belajar hingga penyampaian nasihat dari ustadzah. Hari ini adalah ikrar pagi yang berbeda. Ikrar dengan nuansa Ujian Nasional hari pertama.

“Anak-anak, hari ini adalah hari pertama ujian. Semoga mendapat kemudahan dan kelancaran ketika mengerjakan. Tetap teliti dan konsentrasi dengan soal-soalnya, jangan sampai salah mengerjakan ya…”, pesan ustadzah kepada mereka. “Dan sebelum bubar barisan, kita cek yel-yel nya lagi…OKE!”, sambung ustadzah.

Setelah dibubarkan barisan, anak-anak membentuk formasi dua baris dan saling berhadapan. Kira-kira mereka akan melakukan apa ya?

“Aku pasti bisa…. aku pasti bisa… aku akan bersungguh-sungguh… aku akan bersungguh-sungguh… aku bisa mendapat nilai tinggi… aku bisa mendapat nilai tinggi…”, ucap serentak para siswa sambil sesekali diiringi gerakan melompat setinggi-tingginya. Inilah yang anak-anak lakukan untuk lebih optimis dan semangat sebelum memasuki ruangan.

Nuansa Ujian Nasional yang tegang dan penuh kecemasan, sekarang berubah menjadi nuansa yang nyaman dan ceria. Anak-anak sudah merasa tak terbebani lagi. Mereka optimis, karena selama ini telah belajar bersungguh-sungguh. Nilai tinggi?  Itu akibat saja. Aaamiiin… (/rama ed JT)

PEMBAGIAN 2000 SEMBAKO MURAH

14/5- Panggung dan tenda-tenda besar telah terpasang di halaman SMP BIAS Yogyakarta. Meski hari libur, lingkungan sekolah terlihat ramai dan berbeda dari biasanya. Bakti Sosial dan Bazar RUMISH BIAS 2015 tengah digelar!

Kegiatan besar yang diadakan atas kerjasama antara BIAS dengan RUMISH (Rumah Infaq dan Shadaqah) didukung pula oleh sponsor-sponsor lainnya. RUMISH merupakan wadah sosial wali siswa SIBI BIAS. Adapun kegiatan Baksos dan Bazar pada hari ini bertujuan menghimpun dana untuk pendidikan gratis siswa-siswi Tafaquh fi Din.

“Kegiatan baksos dan bazar merupakan kegiatan dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan. Kegiatan berupa sembako murah dan bazar pakaian layak pakai, yang hasil penjualannya akan didonasikan untuk pembiayaan anak-anak potensial yang bersekolah di Pondok Pesantren Muwahidun, Pati. Sekolah para calon ulama warosatul anbiya. Merekalah calon ulama dan ustadz/ah, tempat bertanya anak-anak kita nantinya.”, ucap Bu Fatah, ketua panitia.

Ada 2000 bingkisan sembako murah yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar kompleks SIBI BIAS Yogyakarta. Sembako yang terdiri atas 2 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir dan 2 kg beras. Setiap bingkisan dijual dengan harga 30.000 rupiah. Sistem penjualan menggunakan kupon yang sebelumnya telah dibagikan untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan.

Kegiatan diselenggarakan dengan sangat meriah. Sebelum acara inti berupa pembagian 2000 sembako murah, acara diawali dengan kajian Islam yang disampaikan oleh Ustadz Joko Nursiyo, Lc, ustadz alumni Al Azhar Mesir yang srawung di pondok BIAS. Di sela-sela kegiatan, warga dan wali siswa dapat melihat pentas penampilan siswa-siswi SIBI BIAS. Ada penampilan musik angklung SD, tarian anak dari Playgroup dan TK. Ada pula penampilan dari siswa-siswi BSS (BIAS Special School) dan BIAS KTK (BIAS Kelas Tumbuh Kembang) yang merupakan siswa berkebutuhan khusus.

Para warga antusias dalam menghadiri kegiatan. Bazar pakaian murah menjadi tempat favorit dan ramai dikunjungi. Pakaian hingga sepatu dengan kualitas baik, dijual dengan harga yang cukup murah. Bahkan ada yang gratis dan tentu siapa cepat dia dapat. Disediakan pula posko kesehatan gratis bagi warga. Alhamdulillah, warga dapat periksa kesehatan.

Tidak hanya warga yang senang, para siswa SIBI BIAS pun sangat menikmati acara. Mereka menikmati liburan di sekolah dengan outbond bersama teman-teman dan ustadz/ah. Jika lapar dan haus, telah disediakan stand ITC (International Trade by Children) oleh siswa SMA BIAS. Para siswa dan hadirin dapat membeli produk makanan dan minuman hasil kreasi kakak-kakak SMA. Wah, rangkaian kegiatan yang sungguh sangat meriah dan kaya akan nilai pembelajaran, sekaligus kegiatan yang mengajarkan nilai-nilai sosial dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. (/rama ed JT)