Yuk Berkebun

Alhamdulillah…

Selasa,31 oktober2017 kelas 1 dan 2 SDIT BIAS Yogyakarta PKL ke PIAT (Pusat Informasi Agro Tekhnologi) Universitas Gajah Mada yang dulunya bernama KP4 (Kebun Pendidkan Penelitian Perkembangan Pertanian) UGM.

PIAT UGM unit produktif yang mampu menghasilkan produk-produk agro yang inovatif.

Asyik lhoo teman-teman….

Di PIAT kami diajak berkunjung dan belajar di :

  1. Rumah Inovasi Daur Ulang (Mengubah sampah organik menjadi pupuk yang siap untuk digunakan.)

       

2. Kebun Anggrek (Indahnya bunga-bunga anggrek bermekaran.)

        

3. Kandang Sapi (Yeaayy… Disini teman-teman kelas 1 dan 2 ikut memberikan makanan ke sapi-sapi.

4. Menanam Cabai (Disini teman-teman menanam cabai sendiri, mulai dari memasukkan tanah, pupuk, dan bibit tanaman cabai ke polybag yang boleh dibawa pulang lhoo…

    

Asyiknyaaaaa….

Tanaman cabai akan dirawat dengan baik, sehingga dapat melatih teman-teman untuk mengembangkan rasa tanggung jawab untuk memelihara apa yang sudah ditanam, untuk media belajar sains serta menambah rasa syukur.

Program Baksos RUMISH BIAS Hadirkan 500 Tukang Becak Kota Yogyakarta Untuk Ngaji Bareng Bersama Ustadz Wijayanto

Prinsip “Selalu ada hak orang lain dalam rezeki kita” diusung dalam program berbagi kepada sesama yang diadakan Yayasan Rumah Infaq Shodakoh Bina Anak Sholeh (RUMISH BIAS) tiap semester sekali. Kali ini yang menjadi sasaran adalah 500 tukang becak Kota Yogyakarta.

Program yang merupakan krjasama antara jaringan sekolah BIAS dengan yayasan RUMISH ini juga merupakan adalah upaya awal untuk mendata dan mengumpulkan para bapak pengayuh becak kota Yogyakarta agar selanjutnya setiap selapan mereka teratur dengan diberi uang kayuh.

Pada baksos RUMISH BIAS kali ini terdistribusikan 500 girik sembako murah bagi para tukang becak binaan BMT BERINGHARJO, PDHI Kota Yogyakarta, PB Wirosaban, PB Prawirotaman, PB sekitar Jl. KH. Ahmad Dahlan, PB kuncen, PB Utara, dan sekitar Malioboro.

Yang menarik dari hasil perolehan kegiatan tebus sembako murah ini, 100% disalurkan RUMISH BIAS untuk beasiswa calon ulama bagi santri di Ponpes Muwahiddun Gembong, Pati, Jawa Tengah dan perguruan tinggi diniyah berstandart Maddinah.

pada tahun ajaran 2017-2018 ada 17 siswa (MTS) dan 7 siswa (MA), selain 2 (Mahasiswa) di STAIT dan tunjangan pondok bagi mahasiswa di LIPIA Jakarta.

 Dengan demikian Insya Allah terjadi perpanjangan dan penggandaan manfaat dan amal kebaikan bagi semua yang mendukung dan terlibat dalam kegiatan baksos ini.

 

Acara yang diadakan pada hari senin, 30 Oktober 2017 yang lalu di Masjid Malioboro DPRD Yogyakarta ini menghadirkan Ustadz Wijayanto untuk memberikan tausiyahnya.

 

Acara diawali denga Muroja’ah hafalan Juz Amma bersama setelah sambutan dari Yayasan BIAS, Bp. Danang Dwi Prasetyo, diadakan pembagian doorprice bagi para bapak pengayuh becak yang bisa menjawab pertanyaan tentang ayat-ayat Juz Amma dan RUMISH BIAS dari pembawa acara.

Selanjutnya sebagai materi utama, dalam tausiyahnya Ustadz Wijayanto menekankan persatuan umat dan pentingnya terus mempelajari ilmu agama.

 

Acara diakhiri dengan tebus murah sembako yang berjalan dengan lancar dan cepat dengan dibukanya 5 konter penukaran girik.

 

Alhamdulillah, semoga kegiatan ini bisa menjadi awal program pembinaan agama dan ketauhidan bapak-bapak pengayuh becak di kota Yogyakarta sekaligus mendukung beasiswa pendidikan calon ulama warosatul anbiya yang sangat dibutuhkan umat saat ini. Aamiin Ya Robba Alamiin.

I Love Cooking

I Love Cooking, di TK BIAS Giwangan Yogyakarta

   

What is this? This is a friying pan.

What is this? This is bread….

We will make sandwich with that.

Beginilah aku belajar tentang salah satu alat dan bahan yang aku gunakan untuk memasak..

      

Aku memilih untuk membuat sandwich yaitu makanan dari negara Australia. Sebelumnya ustadzah memperkenalkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk memasak dan kemudian mengajarkan aku cara membuat sandwich. Tugasku adalah menyusun bahan agar menjadi sandwich yang menarik dan lezaaaatt….

      

 

Sekarang aku jadi tahu membuat sandwich.

Alhamdulillah….

Ternyata mudah yaa….

Jazakumullah ustadzah, aku akan mencoba membuat sandwich bersama ayah dan bunda dirumah nanti….

 

BIAS PEDULI KELUARGA

BIAS PEDULI KELUARGA : Rentan atau Cukup Kuatkah Ketahanan Keluarga Kita ?

Tersedia 90 seat untuk wali siswa BIAS Yogyakarta, Jaringan, Ayah, Bunda Pecinta Harmoni Keluarga, Mahasiswa dan Umum.

Ahad, 29 Oktober 2017 di gedung DPRD Provinsi D.I.Y. Pkl 08.00-11.00

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bapak/Ibu….

Keluarga adalah tiang negara klise benar kalimat ini di telinga kita, walau sesungguhnya syarat makna. Karena ini berarti kita tidak bisa mengurus keluarga kita dengan biasa-biasa saja.

Terlebih dengan derasnya fitnah/kejahatan dunia maya dimana kita mesti bijak menghadapi karena ia masuk menyusup melalui udara ke rumah kita kapan saja. Ke meja makan, ke ruang keluarga, bahkan ke tempat tidur. 

Kita wajib merawat, menjaga, mengupayai dengan real, progres dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan keluarga yang kita idam-idamkan, yang selamat dan bahagia di dunia-akhirat.

Ketahanan keluarga adalah kunci menghadapinya.

Mari Bapak/Ibu mengikuti seminar Ketahanan Keluarga bersama pakar nasional ketahanan keluarga fakultas ekologi manusia IPB Prof. Dr. Euis Sunarti M.Si.

Biaya pendaftaran Rp 200.000,00 untuk acara dan snack. Pendaftaran akan ditutup apabila kuota telah penuh.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

 

Harta yang paling berharga, adalah keluarga

Istana yang paling indah adalah keluarga

Puisi yang paling bermakna, adalah keluarga

Mutiara tiada tara, adalah keluarga

 

Cp Pendaftaran :

YAMI (0857-9917-8518)

Bunga Sakura Brasil

Green School merupakan impian semua orang di lingkungan sekolah karena dapat menciptakan suasana asri, sejuk, bersih, sehat dan nyaman dalam proses belajar mengajar.

Green School ikut mendorong terwujudnya pola hidup sehat dan meningkatkan produktivitas pendidikan.

Di SD BIAS Giwangan Yogyakarta, salah satu upaya dalam mewujudkan Green School adalah menanam TABEBUYA. Dan kini sedang bermekaran indah. Bunganya yang kuning sering berguguran menghiasi halaman sekolah, menambah keindahan sekolah.

Tahukah teman-teman TABEBUYA (Chrysotricha) merupakan tanaman yang berasal dari negara Brasil dan sering kali orang menyebutnya sebagai tanaman sakura, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura.

Alhamdulillah….

Lingkungan sekolah ku menjadi indah dengan bermekarnya bunga TABEBUYA, menambah rindang serta bebas dari polusi.