Kerajinan Bunga Kering

Ayo teman-teman.. Coba sebutkan nama-nama bunga??

Mawar, Melati, Matahari,…

Alhamdulillah…

Teman-teman, hari rabu, 25 Oktober 2017 kami belajar membuat kerajinan bunga kering yang merupakan salah satu kerajinan unggulan di Kabupaten Bantul.

Bahan utama bunga kering adalah daun lontar, ditambah bahan lain yaitu bambu, pelepah pisang, biji nyamplung, kertas semen, pewarna, lem kayu dan lem bakar. Teman-teman sangat antusias saat belajar membuat kerajinan bunga kering.

Yeayy…

Semua teman-teman bersorak gembira, bunga kering dari hasil kerajinan dapat dibawa pulang ke rumah..

Ayah.. Bunda..

Inilah hasil karyaku.

   

 

Ayoo… Tangkap Ikannya Teman-Teman…

Alhamdulillah….

Rangkaian acara PKL kelas 1 dan 2 SD BIAS di BPTKP Cangkringan (Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan), BPTKP memiliki tugas dan fungsi yaitu menyelenggarakan teknologi budidaya air tawar, air payau dan air laut, khususnya pembenihan, pengelolaan induk dan teknologi budidaya.

   

Kegiatan teman-teman kelas 1 dan 2 di BPTKP Cangkringan dalah memberikan makan ikan-ikan besar yanng ada di kolam-kolam.

   

Kolam dan ikannya banyak lhoo teman-teman…

Yeayyy…

Yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Setelah memberikan makan ikan besar, kelas 1 dan 2 mulai membentuk kelompok kecil dan selanjutnya adalah menangkap ikan-ikan kecil di kolam.

   

Nah.. Ikan yang sudah ditangkap boleh dibawa pulang.

Dirawat dengan baik yaa teman-teman…

Yuk Berkebun

Alhamdulillah…

Selasa,31 oktober2017 kelas 1 dan 2 SDIT BIAS Yogyakarta PKL ke PIAT (Pusat Informasi Agro Tekhnologi) Universitas Gajah Mada yang dulunya bernama KP4 (Kebun Pendidkan Penelitian Perkembangan Pertanian) UGM.

PIAT UGM unit produktif yang mampu menghasilkan produk-produk agro yang inovatif.

Asyik lhoo teman-teman….

Di PIAT kami diajak berkunjung dan belajar di :

  1. Rumah Inovasi Daur Ulang (Mengubah sampah organik menjadi pupuk yang siap untuk digunakan.)

       

2. Kebun Anggrek (Indahnya bunga-bunga anggrek bermekaran.)

        

3. Kandang Sapi (Yeaayy… Disini teman-teman kelas 1 dan 2 ikut memberikan makanan ke sapi-sapi.

4. Menanam Cabai (Disini teman-teman menanam cabai sendiri, mulai dari memasukkan tanah, pupuk, dan bibit tanaman cabai ke polybag yang boleh dibawa pulang lhoo…

    

Asyiknyaaaaa….

Tanaman cabai akan dirawat dengan baik, sehingga dapat melatih teman-teman untuk mengembangkan rasa tanggung jawab untuk memelihara apa yang sudah ditanam, untuk media belajar sains serta menambah rasa syukur.

Program Baksos RUMISH BIAS Hadirkan 500 Tukang Becak Kota Yogyakarta Untuk Ngaji Bareng Bersama Ustadz Wijayanto

Prinsip “Selalu ada hak orang lain dalam rezeki kita” diusung dalam program berbagi kepada sesama yang diadakan Yayasan Rumah Infaq Shodakoh Bina Anak Sholeh (RUMISH BIAS) tiap semester sekali. Kali ini yang menjadi sasaran adalah 500 tukang becak Kota Yogyakarta.

Program yang merupakan krjasama antara jaringan sekolah BIAS dengan yayasan RUMISH ini juga merupakan adalah upaya awal untuk mendata dan mengumpulkan para bapak pengayuh becak kota Yogyakarta agar selanjutnya setiap selapan mereka teratur dengan diberi uang kayuh.

Pada baksos RUMISH BIAS kali ini terdistribusikan 500 girik sembako murah bagi para tukang becak binaan BMT BERINGHARJO, PDHI Kota Yogyakarta, PB Wirosaban, PB Prawirotaman, PB sekitar Jl. KH. Ahmad Dahlan, PB kuncen, PB Utara, dan sekitar Malioboro.

Yang menarik dari hasil perolehan kegiatan tebus sembako murah ini, 100% disalurkan RUMISH BIAS untuk beasiswa calon ulama bagi santri di Ponpes Muwahiddun Gembong, Pati, Jawa Tengah dan perguruan tinggi diniyah berstandart Maddinah.

pada tahun ajaran 2017-2018 ada 17 siswa (MTS) dan 7 siswa (MA), selain 2 (Mahasiswa) di STAIT dan tunjangan pondok bagi mahasiswa di LIPIA Jakarta.

 Dengan demikian Insya Allah terjadi perpanjangan dan penggandaan manfaat dan amal kebaikan bagi semua yang mendukung dan terlibat dalam kegiatan baksos ini.

 

Acara yang diadakan pada hari senin, 30 Oktober 2017 yang lalu di Masjid Malioboro DPRD Yogyakarta ini menghadirkan Ustadz Wijayanto untuk memberikan tausiyahnya.

 

Acara diawali denga Muroja’ah hafalan Juz Amma bersama setelah sambutan dari Yayasan BIAS, Bp. Danang Dwi Prasetyo, diadakan pembagian doorprice bagi para bapak pengayuh becak yang bisa menjawab pertanyaan tentang ayat-ayat Juz Amma dan RUMISH BIAS dari pembawa acara.

Selanjutnya sebagai materi utama, dalam tausiyahnya Ustadz Wijayanto menekankan persatuan umat dan pentingnya terus mempelajari ilmu agama.

 

Acara diakhiri dengan tebus murah sembako yang berjalan dengan lancar dan cepat dengan dibukanya 5 konter penukaran girik.

 

Alhamdulillah, semoga kegiatan ini bisa menjadi awal program pembinaan agama dan ketauhidan bapak-bapak pengayuh becak di kota Yogyakarta sekaligus mendukung beasiswa pendidikan calon ulama warosatul anbiya yang sangat dibutuhkan umat saat ini. Aamiin Ya Robba Alamiin.

I Love Cooking

I Love Cooking, di TK BIAS Giwangan Yogyakarta

   

What is this? This is a friying pan.

What is this? This is bread….

We will make sandwich with that.

Beginilah aku belajar tentang salah satu alat dan bahan yang aku gunakan untuk memasak..

      

Aku memilih untuk membuat sandwich yaitu makanan dari negara Australia. Sebelumnya ustadzah memperkenalkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk memasak dan kemudian mengajarkan aku cara membuat sandwich. Tugasku adalah menyusun bahan agar menjadi sandwich yang menarik dan lezaaaatt….

      

 

Sekarang aku jadi tahu membuat sandwich.

Alhamdulillah….

Ternyata mudah yaa….

Jazakumullah ustadzah, aku akan mencoba membuat sandwich bersama ayah dan bunda dirumah nanti….